KARAWANG – FAKTAAKTUALTV.NET – 31-Agustus – 2026 – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sanggar Juang yang beralamat di Desa Cirejag, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, menunjukkan wujud nyata kepedulian sosial. Kegiatan santunan anak yatim telah berjalan selama satu tahun terakhir dan dilaksanakan setiap akhir bulan secara teratur.
Dalam penyaluran kali ini, sebanyak 16 siswa mendapatkan perhatian khusus. Setiap penerima menerima bantuan sebesar Rp50.000 per orang sebagai wujud dukungan nyata dari lembaga.

Kegiatan ini bukan sekadar seremonial sesaat, melainkan bentuk komitmen jangka panjang agar lingkungan pendidikan tidak hanya berfokus pada kemampuan akademis, tetapi juga menanamkan nilai kasih sayang dan solidaritas kemanusiaan yang berlandaskan nilai keagamaan.
Kepala PKBM Sanggar Juang, Wawan Kurniawan, S.Pd., menegaskan bahwa perhatian terhadap anak yang kurang beruntung merupakan bagian dari tugas mendampingi warga belajar dan masyarakat luas, serta perintah yang tercantum dalam ajaran Islam.
“Santunan anak yatim adalah salah satu bentuk amal yang sangat dianjurkan dalam Islam. Anak yatim adalah mereka yang kehilangan ayah sebelum mencapai usia baligh dan memerlukan perhatian khusus dari masyarakat sekitar. Membantu anak yatim dengan ikhlas tidak hanya memberikan manfaat bagi anak tersebut, tetapi juga memberikan pahala yang besar bagi yang memberikan santunan,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Sebagai umat Muslim, kita diwajibkan untuk menyantuni anak yatim. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk membantu mereka, salah satunya adalah dengan memberikan santunan. Sebagaimana dalam hadits Rasulullah berbunyi: ‘Dari Abu Hurairah RA, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda: Orang yang menyantuni anak yatim, baik dia anak sendiri atau bukan, dia dan aku di surga bersama.’”
Lebih lanjut disampaikan, “Santunan anak yatim dengan ikhlas tidak hanya memberikan manfaat besar bagi mereka, tetapi juga mendatangkan keberkahan dan pahala yang besar bagi kita. Dengan berbagai cara praktis yang telah dibahas, kita bisa memberikan kontribusi nyata dalam kehidupan anak yatim. Mari kita bersama-sama menyebarkan kasih sayang dan perhatian kepada mereka, serta menjadikan dunia ini tempat yang lebih baik untuk mereka tumbuh dan berkembang.”
Harapannya, anak-anak penerima dapat tumbuh dengan semangat belajar yang tinggi meski dihadapkan berbagai keterbatasan hidup, serta tetap merasa dihargai, dicintai, dan didukung sepenuhnya oleh lingkungan sekitar yang peduli.
Kegiatan berjalan hangat, tertib, dan penuh keakraban, turut didukung oleh kebersamaan serta semangat saling bantu antar warga. Inisiatif ini pun mendapat apresiasi luas karena menjadi bukti nyata bahwa lembaga pendidikan masyarakat mampu hadir menjadi wadah yang tidak kaku, melainkan dekat dengan denyut kehidupan sosial dan nilai-nilai kemanusiaan yang luhur di lingkungannya.
(Indra Lesmana)









