KARAWANG,faktaaktualtv.net-10-Agustus-2026-Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI) bersama Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Golkar, Puteri Komarudin, menggelar kegiatan “Publik Bicara BSBI” di Gedung Swiss-Belinn, Karawang, Senin (10/8). Kegiatan ini mengangkat tema tata kelola sistem pembayaran dan dihadiri sekitar 200 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) se-Kabupaten Karawang.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha, mengenai peran pengawasan BSBI terhadap kebijakan Bank Indonesia, serta pentingnya sistem pembayaran yang aman, efisien, dan mendorong kesejahteraan rakyat.

Dalam penyampaiannya, Puteri Komarudin menjelaskan bahwa BSBI dibentuk untuk membantu DPR RI dalam melakukan pengawasan terhadap kinerja Bank Indonesia. Pengawasan ini dilakukan guna menjaga stabilitas moneter, mengendalikan inflasi, serta menjaga nilai mata uang rupiah agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
“Tujuan akhir dari kebijakan-kebijakan tersebut tidak lain adalah kesejahteraan rakyat. Sehingga uang yang dimiliki masyarakat tidak tergerus nilainya oleh kenaikan harga barang,” ujar Puteri.
Ia juga menjelaskan perkembangan sistem pembayaran digital, salah satunya penggunaan QRIS. Menurutnya, sistem pembayaran modern harus memenuhi unsur cepat, mudah, murah, dan aman. Puteri juga mengingatkan bahwa selain pembayaran digital, pembayaran menggunakan uang tunai juga diakui secara hukum sehingga tidak boleh ditolak oleh penerima.
“Kehadiran sistem pembayaran digital seperti QRIS sangat membantu pelaku usaha menghindari uang palsu, tidak perlu menyiapkan uang kembalian, dan memudahkan pencatatan transaksi. Hal ini akan menjadi nilai tambah saat pelaku usaha membutuhkan akses permodalan dari perbankan,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Puteri Komarudin juga mengajak para pelaku UMKM untuk terus berinovasi dan tidak berhenti berusaha. Ia menekankan bahwa dengan banyaknya proyek strategis nasional yang ada di Karawang, pelaku usaha lokal harus mampu mengambil peran dan menjadi tuan di negeri sendiri.
“Jangan hanya berorientasi pada pekerjaan di pabrik, tetapi mulailah berusaha menjadi pengusaha. Ikuti perkembangan zaman dan teknologi pembayaran agar usaha kita semakin maju dan mampu bersaing,” ajaknya.
Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi para pelaku UMKM untuk menyampaikan aspirasi dan kendala yang dihadapi, seperti permasalahan penagihan, pengiriman barang, hingga kendala perbankan. Seluruh masukan tersebut akan dibawa oleh Puteri Komarudin dan tim BSBI untuk dibahas lebih lanjut di forum DPR RI guna disampaikan kepada jajaran pimpinan Bank Indonesia.
Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Ketua BSBI Iskandar Simorangkir, Anggota BSBI Irwan Lubis, serta Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Dapil Karawang-Purwakarta, Sri Rahayu Augustina.
(Red)









